HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI DAN USIA PERTAMA PEMBERIAN MP-ASI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI DESA LEYANGAN KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG THE CORRELATION BETWEEN COMPLEMENTARY FEEDING AND FIRST COMPLEMENTARY FEEDING TIME WITH STUNTING IN CHILDREN OF 6-24 MONTHS IN LEYANGAN VILLAGE, EAST UNGARAN, SEMARANG REGENCY

Main Article Content

Any Virginia
Sugeng Maryanto
Riva Mustika Anugrah

Abstract

Background:  Stunting  is  a  chronic  malnutrition  problem  caused  by  low  nutrition  intake. Some  of  the  causes  of  stunting  is  inappropriate  complementary  feeding  and  inappropriatefirst age for complementary feeding.


Objective: The   study   to   aims   correlation   between   complementary   feeding   and   first complementary feeding time with stunting in children of 6-24 months


Method: The cross-sectional approach was conducted to this study. The 78  respondents were taken by proportional random sampling.Data taken by was an interview with questionnaires and anthropometric measurements using length board. Univariate data analysis by frequency distribution and bivariate data analysis by chi-square and risk estimate


Result:The  frequency  of  complementary  feeding,  the  texture  of  complementary  feeding,  the amount  of  complementary  feeding  and  the  first  age  of  giving  complementary  feeding appropriate  eachwere60.3%,  65.4%,  33.3%,  and  53.8%There  was  acorrelation  between the   frequency   of   complementary   feeding   (p-value=0.002;OR=4.531),   the   texture   of complementary  feeding  (p-value=0.015;  OR=3.304),  amount  of  complementary  feeding  (p-value=0.020;OR=3.6),  the  first  age  for  complementary  feeding  (p-value=0.002;OR=4,583) with  stunting  at  the  age  of  6-24  months  in  Leyangan  Village,  East  Ungaran  District, Semarang Regency


Conclution: There  was  a  significant  correlation  between  complementary  feeding  and  first complementary  feeding  time  with  stuntingin  childrenof  6-24  months  in  Leyangan  Village, East Ungaran District, Semarang Regency


Abstrak :


Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang rendah. Beberapa penyebab stunting adalah pemberian MP ASI dan usia pertama pemberian MP-ASI yang tidak sesuai. 


Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pemberian MP-ASI dan usia pertama pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan


Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini ditentukan dengan proportional random sampling sejumlah 78 responden. Data yang diambil adalah wawancara dengan kuisioner dan pengukuran antropometri menggunakan length board. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis data bivariat menggunakan uji chi square dan risk estimate.


Hasil : Frekuensi pemberian MP ASI, tekstur MP ASI yang diberikan, jumlah pemberian MP ASI dan usia pertama pemberian MP ASI sesuai masing-masing 60,3%, 65,4%, 33,3% dan 53,8%.Terdapat hubungan frekuensi pemberian MP ASI (p value=0,002;OR=4,531), tekstur MP-ASI yang diberikan (p value=0,015; OR=3,304), jumlah pemberian MPASI (p value=0,020;OR=3,6), usia pertama pemberian MP-ASI (p value=0,002;OR=4,583) dengan stunting pada usia 6-24 bulan di Desa Leyangan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang.


Simpulan : Terdapat hubungan pemberian MP-ASI dan usia pertama pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Desa Leyangan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Virginia, A., Maryanto, S. and Anugrah, R. M. (2020) “HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI DAN USIA PERTAMA PEMBERIAN MP-ASI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI DESA LEYANGAN KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG”, JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, 12(27), pp. 29 - 39. doi: 10.35473/jgk.v12i27.58.
Section
Articles

References

Black RE; Caesar GV; Susan PW; Zulfiqar AB; Parul C and others. 2013. Maternal and Child Undernutrition and Overweight in Low-Income and Middle-Income Countries. The Lancet; 382 (9890):427–51.

Heryanto E. 2017. Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI Dini. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan; 2 (2):141 – 152

Kementrian Kesehatan RI. 2018. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20 Riskesdas%202018.pdf [25 September 2018]


Khasanah DP; Hamam H dan Bunga AP. 2016. Waktu Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 6-23 Bulan Di Kecamatan Sedayu. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia; 4 (2) : 105-111

Laurensi MS dan Aldian HK. 2017. Asupan Gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan; 5(2)

Millennium Challenga Account Indonesia. 2017. Stunting dan Masa Depan Indonesia. www.mca-indonesia.go.id . [23 September 2018].

Mufida L; Tri DW dan Jaya M. 2013. Prinsip Dasar Makanan Pendamping Air Susu Ibu (Mp-Asi) Untuk Bayi 6–24 Bulan: Kajian Pustaka. Jurnal Pangan dan Agroindustri; 3(4): 1646-1651.

Saaka M, Anthony W, Abdul RA dan Paul A. 2015. How Well Do Who Complementary Feeding Indicators Relate To Nutritional Status Of Children Aged 6023 Months In Rural Notrthern Ghana?. BMC Public Health; 15 : 1157

Sreedhara MS dan Banapurmath CR. A Study Of Nutritional Status Of Infants In Relation To Their Complementary Feeding Practices. Curr Pediatr Res; 18 (1) : 39-41


Udoh EE, Amodu OK. 2016. Complementary feeding practices among mothers and nutritional status of infants in 2 Akpabuyo Area. Cross River State Nigeria. Springerplus; 5:2073

Ulfani DH; Martianto D dan Baliwati YF. 2011. Faktor- Faktor Sosial Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat Kaitannya dengan Masalah Gizi Underweight, Stunted, dan Wasted di Indonesia: Pendekatan Ekologi Gizi. Jurnal Gizi dan Pangan; 6(1): 63-4.

UNICEF. 2012. Ringkasan kajian gizi Oktober 2012. https://www.unicef.org/indonesia/id/A5__B_Ringkasan_Kajian_Kesehatan_REV.pdf [23 September 2018].