ESTIMASI TINGGI BADAN MENGGUNAKAN DEMISPAN “MUST EQUATION” PADA LANSIA DI KABUPATEN SEMARANG ESTIMATION OF HEIGHT USING DEMISPAN "MUST EQUATION" ON ELDERLY IN SEMARANG DISTRICT

Main Article Content

Yolan Fatkhis Anisya
Indri Mulyasari

Abstract

Background: Accurate elderly height is relative difficult to measure due to posture problems existence.  Demispanmeasurements  can  be  used  as  an  alternative  measurementof  height  in the elderly.


Objective: To  analyze  the  difference  between  estimated  height  using  MUST  Equation  and actual height in elderly.


Method: The  study  design wasanalytic  with  a  cross-sectional  approach.  The  study  was conducted  at  Posbindu  the  working  area  of Ungaran  Health  Center  in  April  and  June  2019 with samples determined using incidental sampling techniques of 50 respondents. Data taken includes  height  and  demispan.Demispan  was  measured  on  the  right  arm.Demispan data  is then  used  to  estimate  height  using fourformulas  (A,  B,  C,  D)  from  MUST  Equation.  Data analysis  used  the  Bland-Altman  test  to analyzegood  agreement  between twomeasurement methods.


Results: The  mean  height  of  the  respondents  was  149.07±7.1cm.  The  mean demispan  of respondents  was  72.40±3.6cm.The  results  of  the  calculation  use fourMUST  Equation formulaalternative (A), men, height (cm) = 71 + (1.2 x demispan) and women, height (cm) = 67 + (1,2 x demispan) has the smallest difference among four other formulas (5.76±3.1cm). Limit  Of  Agreement from  the  estimated  height  (A)  formula  that  is -0.39  to  11.91,  estimated height  (B)  is -0.44  to  14.01,  estimated  height  (C)  is  1.08  to  with  13.19  and  estimated  height (D) is 1.41 to 15.46.


Conclusion: There  is  the  difference  between  estimated  height  using  MUST  Equation  and actual height in elderly.


Abstrak :


Latar Belakang: Pengukuran tinggi badan lansia sangat sulit dilakukan mengingat adanya masalah postur tubuh. Pengukuran demispan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pengukuran tinggi badan  pada lansia.


Tujuan: Menganalisis perbedaan estimasi tinggi badan menggunakan demispan MUST Equation dengan tinggi badan aktual pada lansia.


Metode Penelitian: Desain penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Posbindu wilayah kerja Puskesmas Ungaran pada bulan April dan Juni 2019 dengan sampel yang ditentukan menggunakan teknik incidental sampling sejumlah 50 responden. Data yang diambil meliputi tinggi badan dan demispan. Demispan diukur di lengan kanan. Data demispan kemudian digunakan untuk memperkirakan tinggi badan menggunakan 4 rumus (A,B,C,D) dari MUST Equation. Analisis data menggunakan uji Bland-Altman untuk mengetahui kesepakatan yang baik antara 2 metode pengukuran.


Hasil: Rerata tinggi badan responden 149,07±7,1 cm. Rerata demispan responden 72,40±3,6 cm. Hasil dari perhitungan menggunakan 4 rumus MUST Equation, estimasi tinggi badan (A) yaitu laki-laki, Tinggi Badan (cm) = 71 + (1,2 x demispan) dan perempuan, Tinggi Badan (cm) = 67 + (1,2 x demispan) memiliki selisih paling kecil dari tinggi badan aktual dengan mean difference 5,76±3,1 cm. Limit Of Agreement dari rumus estimasi tinggi badan (A) yaitu -0,39 sampai dengan 11,91, estimasi tinggi badan (B) yaitu -0,44 sampai dengan 14,01, estimasi tinggi badan (C) yaitu 1,08 sampai dengan 13,19 dan estimasi tinggi badan (D) yaitu 1,41 sampai dengan 15,46.


Simpulan: Ada perbedaan estimasi tinggi badan menggunakan demispan MUST Equation dengan tinggi badan aktual pada lansia.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Anisya, Y. F. and Mulyasari, I. (2020) “ESTIMASI TINGGI BADAN MENGGUNAKAN DEMISPAN ‘MUST EQUATION’ PADA LANSIA DI KABUPATEN SEMARANG”, JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, 12(27), pp. 40 - 48. doi: 10.35473/jgk.v12i27.59.
Section
Articles

References

Azkiyah, WSN., Handayani D, Holipah. 2016. Validitas Estimasi Tinggi Badan berdasarkan Tinggi Lutut pada Lansia di Kota Malang. Indonesian Journal of Human Nutrition. Vol. 3. No. 2. Hal 93-104.

Bland, JM. Altman, DG. 1986. Statistical Methods For Assessing Agreement Between Two Methods Of Clinical Measurement. Department of Clinical Epidemiology and Social Medicine. Hal: 307-310.

BPS. 2017. Statistik Penduduk Lanjut usia 2017. In BPS 2017. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Pp. 1–288. Available at: https://www.bps.go.id/publication/download.html.

Chao, QL. 2006. How much of human height is genetic and how much is due to nutrition?. Department of Agriculture Human Nutrition Research Center on Aging at Tufts University. https://www.scientificamerican.com/article/how-much-of-human-height/.

Elia, M. Todorovic, V. And Russell, C. 2003. A Guide to the ‘Malnutrition Universal Screening Tool’ (‘MUST’) for Adult. Malnutrition Action Group A Standing Communittee of BAPEN. www.bapen.org.uk.

Haitamy, MN. And Brahmadhi, A. 2016. Hubungan Antara Rentang Lengan Terhadap Tinggi Badan Dalam Penentuan Indeks Massa Tubuh ( IMT ) Pada Lansia Di Kelurahan Adipala Kabupaten Cilacap. Sainteks. XIII(2). Pp. 1–10.

Harjatmo, TP. Par’i, HM. dan Wiyono, S. 2017. Penilaian Status Gizi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Hirani, V. And Mindell, J. 2008. A comparison of measured height and demi-span equivalent height in the assessment of body mass index among people aged 65 years and over in. Oxford University Press on behalf of the British Geriatrics Society. 37. Pp. 311–317. Doi: 10.1093/ageing/afm197.

Kemenkes, RI. 2015. Data dan Kondisi Penyakit Osteoporosis di Indonesia. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI.

Kemenkes, RI. 2017. Analisis Lansia Di Indonesia. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI.

National Osteoporosis Society. 2015. Improving the lives of people with osteoporosis and fragility fractures. The Osteoporosis Agenda England. https://theros.org.uk/media/1959/agenda-for-osteoporosis-england-final.pdf

Ngoh, HJ. Sakinah, H. Harsa, AMS. 2012. Development of Demi-span Equations for Predicting Height among the Malaysian Elderly. Mal J Nutr. 18 (2): 149-159.

Shahar, S. And Pooy, NS. 2003. Predictive Equations For Estimation Of Stature In Malaysian Elderly People. Asia Pacific Journal Nutrition. 12(1). Pp. 80–84.

Shatenstein, B. Kergoet, MJ. Nadon S. 2001. Anthropometric Changes Over 5 Years In Elderly Canadians By Age, Gender, And Cognitive Status. Journal of Gerontology Series A: Biological Sciences and Medical Sciences. 56: 483-488.