JURNAL GIZI DAN KESEHATAN https://jurnalgizi.unw.ac.id/index.php/JGK <p> </p> <table border="1"> <tbody> <tr> <td bgcolor="silver"><strong>Jurnal Gizi dan Kesehatan (JGK)</strong> registered with a number <strong>ISSN: 1978-0346 (Print)</strong> and <strong>ISSN: 2580-3751 (Online)</strong>. Jurnal Gizi dan Kesehatan, abbreviated as JGK, is a journal that contains original articles (research), case reports, bibliography summaries, and other writings that are related to the health sector. JGK accepts articles in Indonesian and English. The Indonesian language used is good and correct Indonesian based on the General Guidelines for Improved Indonesian Spelling and the General Guidelines for the formation of Terms. The English language used uses the rules of the English language. Each published article is charged Rp. 400,000.00 (APC: ArticleProcessing Charge)</td> </tr> </tbody> </table> <p> </p> <p><strong>Jurnal Gizi dan Kesehatan (JGK) has been indexed/registered/mentioned in : </strong></p> <p><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/6592" target="_blank" rel="noopener"><img src="https://jurnalgizi.unw.ac.id/public/site/images/admin/sinta1.png" /></a></p> UNIVERSITAS NGUDI WALUYO en-US JURNAL GIZI DAN KESEHATAN 1978-0346 Uji Tingkat Kesukaan dan Kandungan Gizi Pada Stik Dengan Modifikasi Tepung Kedelai (Glycine Max (L.) Merill) dan Tepung Ikan Wader (Labiobarbus fasciatus) dengan Penambahan Genjer (Limnocharis flava) https://jurnalgizi.unw.ac.id/index.php/JGK/article/view/1003 <p><em>Snack sticks are popular ready-to-eat products that can be enriched with nutrients through local ingredients such as soy flour, wader fish flour, and genjer. This study aimed to evaluate their acceptability and nutritional composition. Three formulations were tested: F1 (50% wheat, 25% soy, 20% wader, 5% genjer), F2 (60% wheat, 20% soy, 15% wader, 5% genjer), and F3 (70% wheat, 15% soy, 10% wader, 5% genjer). A hedonic test was conducted with 30 adolescent panelists, and the best formulation was analyzed for energy, protein, fat, carbohydrates, calcium, and fiber using proximate analysis and AAS. Formula F2 achieved the highest acceptance score (79.2%) and contained per 100 g: 510.88 kcal energy, 38.24 g carbohydrates, 24.14 g protein, 29.48 g fat, 221 mg calcium, and 1.95 g fiber. A 40 g serving provides 7.57% of adolescents’ daily carbohydrate needs and meets the snack food criteria of the 2019 Indonesian Dietary Reference Intake. In conclusion, snack sticks made with soy flour, wader fish flour, and genjer showed good acceptability and high nutritional value, making them a potential healthy local-based snack.</em></p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Stik merupakan makanan ringan populer yang dapat diperkaya gizi melalui pemanfaatan bahan lokal seperti tepung kedelai, tepung ikan wader, dan genjer. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kesukaan dan kandungan gizinya. Tiga formulasi diuji: F1 (50% terigu, 25% kedelai, 20% wader, 5% genjer), F2 (60% terigu, 20% kedelai, 15% wader, 5% genjer), dan F3 (70% terigu, 15% kedelai, 10% wader, 5% genjer). Uji hedonik dilakukan pada 30 panelis remaja, sedangkan formula terbaik dianalisis kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, dan serat menggunakan metode proksimat dan AAS. Formula F2 memperoleh skor tertinggi (79,2%) dengan kandungan per 100 g: energi 510,88 kkal, karbohidrat 38,24 g, protein 24,14 g, lemak 29,48 g, kalsium 221 mg, serat 1,95 g. Satu sajian (40 g) memenuhi 7,57% kebutuhan karbohidrat harian remaja dan sesuai kriteria makanan selingan AKG 2019. Kesimpulannya, stik berbasis kedelai, ikan wader, dan genjer memiliki daya terima baik serta nilai gizi tinggi sehingga berpotensi sebagai camilan sehat lokal.</p> Novi Nabila Sabrina Sari Riva Mustika Anugrah Galeh Septiar Pontang Puji Afiatna Copyright (c) 2026 JURNAL GIZI DAN KESEHATAN 2026-07-29 2026-07-29 18 2 42 51 10.35473/jgk.v18i2.1003 Gambaran Faktor Risiko Sindrom Metabolik pada Tenaga Kerja Dikonveksi Maju Jaya Ungaran Kabupaten Semarang https://jurnalgizi.unw.ac.id/index.php/JGK/article/view/1028 <p><em>Metabolic syndrome is a cluster of metabolic risk factors that may increase the risk of noncommunicable diseases. This study aimed to describe metabolic syndrome risk factors among workers at Maju Jaya Garment Factory in Ungaran, Semarang Regency. This descriptive study involved 20 workers aged 29–67 years. Data included respondents’ characteristics, BMI, waist circumference, blood pressure, blood glucose levels, nutrient intake, and physical workload. The results showed that 75% of respondents were overweight, 65% had central obesity, 40% had high blood pressure, and 70% had above-normal blood glucose levels. Most respondents had inadequate energy and macronutrient intake and light physical workloads. Furthermore, 35% of respondents met all three metabolic risk indicators assessed, namely central obesity, elevated blood pressure, and elevated blood glucose levels. These findings indicate a considerable burden of metabolic risk factors among workers, highlighting the need for promotive and preventive efforts through nutrition education, increased physical activity, and regular health monitoring.</em></p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Sindrom metabolik merupakan kumpulan faktor risiko metabolik yang dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan menggambarkan faktor risiko sindrom metabolik pada tenaga kerja di Konveksi Maju Jaya Ungaran, Kabupaten Semarang. Penelitian deskriptif ini melibatkan 20 tenaga kerja berusia 29–67 tahun. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik responden, IMT, lingkar pinggang, tekanan darah, kadar gula darah, asupan zat gizi, dan beban kerja fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% responden mengalami gizi lebih, 65% obesitas sentral, 40% tekanan darah tinggi, dan 70% memiliki kadar gula darah di atas normal. Sebagian besar responden mengalami defisit asupan energi dan zat gizi makro serta memiliki beban kerja fisik ringan. Sebanyak 35% responden memenuhi ketiga indikator risiko metabolik yang dinilai, yaitu obesitas sentral, tekanan darah meningkat, dan kadar gula darah meningkat. Temuan ini menunjukkan adanya beban faktor risiko metabolik pada tenaga kerja yang memerlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi gizi, peningkatan aktivitas fisik, dan pemantauan kesehatan secara berkala.</p> Puji Afiatna Riva Mustika Anugrah Lusi Rahmawati Siska Dea Novitasari Nur Lailatus Sakdiyah Ariella Priehstyaning Hayu Reti Purwasi Kristian Taku Mali Wemu Copyright (c) 2026 JURNAL GIZI DAN KESEHATAN 2026-07-29 2026-07-29 18 2 52 63 10.35473/jgk.v18i2.1028