Penerapan Health Belief Model pada Anak Bawah Lima Tahun (BALITA) Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Salatiga

Model for Stunted Children Under Five Years (Five Years) in the Salatiga City Health Center Working Area

Authors

  • Arum Natijati Universitas Kristen Satya Wacana
  • Sarah Melati Davidson Universitas Kristen Satya Wacana
  • Arwyn Weynand Nusawakan Universitas Kristen Satya Wacana

Abstract

Stunting is a condition where children do not grow well because they do not receive healthy food for a long time, making them shorter than other children their age. The health belief model (HBM) can identify people's health and illness concepts and behavior related to stunting and can be used as a portrait of behavior in reducing stunting. Only now has research on stunting and identifying public health perspectives according to the HBM perspective, especially in Salatiga City. This study looks at the HBM picture of stunted children and the relationship between HBM components and the incidence of stunting through the height for age z-score (HAZ). This research uses numbers and measurements to examine a large group of children simultaneously. The criteria for respondents in this study were children aged 0-59 months and stunted, indicated as -2SD (standard deviation) based on the child's growth curve (WHO, 2020). Data collection occurred in April-May 2023 in the Salatiga City Health Center Working Area. Based on the HBM components, it was found that perceived vulnerability, perceived severity, perceived benefits, perceived obstacles, cues to action, and self-efficacy were higher in the category of stunted children but were not significantly related to the HAZ score (p>0.05). Future research can explore the behavior of children, mothers, and children related to stunting.

 

ABSTRAK

Stunting adalah kondisi dimana anak tidak tumbuh dengan baik karena tidak mendapat makanan sehat dalam jangka waktu lama sehingga membuatnya lebih pendek dibandingkan anak lain seusianya. Model keyakinan kesehatan (HBM) dapat mengidentifikasi konsep dan perilaku sehat dan sakit masyarakat terkait stunting dan dapat dijadikan potret perilaku dalam menurunkan stunting. Belum banyak penelitian mengenai stunting dan identifikasi perspektif kesehatan masyarakat menurut perspektif HBM yang belum banyak dilakukan khususnya di Kota Salatiga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran HBM anak stunting dan hubungan komponen HBM dengan kejadian stunting melalui z-score height for age (HAZ). Penelitian ini menggunakan angka dan pengukuran untuk meneliti sekelompok besar anak secara bersamaan. Kriteria responden dalam penelitian ini adalah anak usia 0-59 bulan dan stunting yang terindikasi -2SD (standar deviasi) berdasarkan kurva tumbuh kembang anak (WHO, 2020). Pengumpulan data terjadi pada bulan April sampai Mei 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Salatiga. Berdasarkan uji chi-square, penelitian ini tidak menemukan hubungan antara 6 komponen HBM dengan skor HAZ. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, isyarat untuk bertindak, dan efikasi diri terhadap kejadian stunting dengan skor HAZ (p>0,05). Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perilaku anak, ibu, dan anak terkait stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ambarwati, R., Ratnasari, N.Y. and Purwandari, K.P. (2019) ‘Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu Tentang Tumbuh Kembang Anak Dengan Kunjungan Ibu ke Posyandu di Kabupaten Sragen’, 8(1), pp. 1–10.

Ariwati, V.D. and Khalda, Q. (2023) ‘Analisis Jalur Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan Stunting Menggunakan Health Promotion Model’, Journal of Health (JoH), 10(1), pp. 063–072. Available at: https://doi.org/10.30590/joh.v10n1.568.

BKKBN (2013) Kurikulum Diklat Teknis Pengelolaan PIK Remaja/Mahasiswa Bagi Pengelola, Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya PIK Remaja/Mahasiswa. Jakarta.

Has, E.M.M., Asmoro, C.P. and Gua, W.P. (2022) ‘Factors Related to Father’s Behavior in Preventing Childhood Stunting Based on Health Belief Model’, Jurnal Keperawatan Indonesia, 25(2), pp. 74–84. Available at: https://doi.org/10.7454/jki.v25i2.847.

Hasandi, L.A., Maryanto, S. and Anugrah, R.M. (2019) ‘The Correlation Between Maternal Age, Exclusive Breastfeeding And Stunting On Toddlers In Cemanggal Munding Village Semarang Regency’, Jurnal Gizi dan Kesehatan, 11(25), pp. 1–20.

Indah, R. (2020) ‘Pola Asuh dan Persepsi Ibu di Pedesaan terhadap Kejadian Stunting pada Balita’, Journal HIGEA, 4, pp. 1–15. Available at: https://doi.org/10.15294/higeia.v4iSpecial%203/40575.

KEMENKES (2021) Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota Tahun 2021.

Laila, M., Bolang, A.S.L. and Manampiring, A.E. (2023) ‘Hubungan Health Belief Model Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Balita Di Wilayah Puskesmas Bomomani Distrik Mapia Kabupaten Dogiyai Papua’, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), pp. 1–15.

Lestari, W. et al. (2018) ‘Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Anak Sekolah Dasar Negeri 014610 Sei Renggas Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan’, Jurnal Dunia Gizi, 1(1), p. 59. Available at: https://doi.org/10.33085/jdg.v1i1.2926.

Lestari, W., Samidah, I. and Diniarti, F. (2022) ‘Hubungan Pendapatan Orang Tua dengan Kejadian Stunting di Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau’, Jurnal Pendidikan Tambusai, 6 Nomor 1(2614–3097), pp. 3273–3279.

Marlani, R., Neherta, M. and Deswita (2021) ‘Gambaran Karakteristik Ibu yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Balita Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Talang Banjar Kota Jambi’, Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(3), p. 1370. Available at: https://doi.org/10.33087/jiubj.v21i3.1748.

Noorhasanah, E. and Tauhidah, I. (2021) ‘Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 12-59 Bulan’, Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 4(1). Available at: https://doi.org/10.26594/jika.4.1.2021.

Rachmawati, W.C. (2019) Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.

Saputri, R.A. and Tumangger, J. (2019) ‘Hulu-hilir Penanggulangan Stunting di Indonesia’, Journal of Political Issues, 1(1), pp. 1–9. Available at: https://doi.org/10.33019/jpi.v1i1.2.

Savita, R. and Amelia, F. (2020) ‘The Relationship of Maternal Employment, Gender, and ASI Eklusif with Incident of Stunting inToddler Aged 6-59 Months in South Bangka’, Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang, 8(1), pp. 1–10.

Setyawati, V.A. V (2018) ‘Kajian Stunting Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin di Kota Semarang’, pp. 1–5.

Soviyati, E. et al. (2023) ‘Effect of applying the health promotion model in stunting prevention and behavior control in Indonesia’, Journal of Education and Health Promotion, 12(1), p. 227. Available at: https://doi.org/10.4103/jehp.jehp_276_23.

Sundari, S. and Yunita, L.H. (2021) ‘Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Balita Stunting di Desa Canden, Jetis II Yogyakarta’, Jurnal Ilmu Kebidanan, 7(1), pp. 17–28. Available at: https://doi.org/10.48092/jik.v7i1.115.

Sutarto, Mayasari, D. and Indriyani, R. (2018) ‘Stunting Faktor Resiko dan Pencegahannya’, Journal Agromedicine, 5, pp. 1–10.

Teguh, M. et al. (2023) ‘Dampak Budaya Adaptif dan Ideasional dalam Kasus Stunting di Indonesia’, Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 14(1), pp. 2614–5863.

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, T. (2017) 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting).

Trinanda, R. (2020) ‘Pentingnya Intervensi Orang Tua dalam Mencegah Stunting pada Anak’, DIKLUS: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 1(4), pp. 45–54. Available at: https://doi.org/10.21831/diklus.v7i1.50469.

Utami, N.W. and Rahmadhena, M.P. (2020) ‘Gambaran Penerapan Health Belief Model Pada Balita Stunting Di Wilayah Puskesmas Minggir Sleman’, INVOLUSI Journal Kesehatan, pp. 1–7.

Verawati, M. (2019) ‘Analisis Permasalahan Stunting Pada Balita Di Indonesia’, Prosiding 1st Seminar Nasional dan Call for Paper, pp. 62–65.

Wali, N., Agho, K.E. and Renzaho, A.M.N. (2020) ‘Factors associated with stunting among children under 5 years in five south asian countries (2014–2018): Analysis of demographic health surveys’, Nutrients, 12(12), pp. 1–27. Available at: https://doi.org/10.3390/nu12123875.

WartaKESMAS (2018) ‘Cegah Stunting Itu Penting’, pp. 1–30.

Yadika, A.D.N., Berawi, K.N. and Nasution, S.H. (2019) Pengaruh Stunting terhadap Perkembangan Kognitif dan Prestasi Belajar.

Yuningsih and Perbawati, D. (2022) ‘Hubungan Jenis Kelamin terhadap Kejadian Stunting’, Jurnal MID-Z (Midwivery Zigot) Jurnal Ilmiah Kebidanan, 5(1), pp. 48–53. Available at: https://doi.org/10.56013/jurnalmidz.v5i1.1365.

Yunita, A. et al. (2022) ‘Hubungan Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Socio-Economic Relations with Stunting Incidents in Toddlers’, Semnas Bio 2022, pp. 812–819.

Downloads

Published

2024-01-28

How to Cite

Natijati, A., Davidson, S. M. and Nusawakan, A. W. (2024) “Penerapan Health Belief Model pada Anak Bawah Lima Tahun (BALITA) Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Salatiga: Model for Stunted Children Under Five Years (Five Years) in the Salatiga City Health Center Working Area”, JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, 16(1), pp. 141–151. Available at: https://jurnalgizi.unw.ac.id/index.php/JGK/article/view/521 (Accessed: 13 June 2024).