Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Pasien Rawat Jalan Tuberkulosis Paru di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur

The Correlation Between Macronutrient Intake and Nutritional Status Of Pulmonary Tuberculosis Outpatients At Haji Regional Hospital

Authors

  • Nathania Zabrina Sellyardi Putri Universitas Negeri Surabaya
  • Satwika Arya Pratama Universitas Negeri Surabaya
  • Cleonara Yanuar Dini Universitas Negeri Surabaya
  • Wildan Alfira Gusrianto Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.35473/jgk.v17i2.822

Keywords:

macronutrient, nutritional status, pulmonary tuberculosis

Abstract

Pulmonary tuberculosis patients have increase in Resting Energy Expenditure (REE) and metabolic disorders due to Mycobacterium tuberculosis infection, which tends to result in malnutrition. Macronutrients play an important role in providing energy to strengthen the immune system's ability to fight disease and improve the nutritional status of pulmonary tuberculosis patients. The study aimed to determine the correlation between macronutrient intake and the nutritional status of pulmonary tuberculosis outpatients at Haji Regional Hospital. This study was quantitative research with cross-sectional approach. The sampling technique used was purposive sampling, with 60 respondents. Macronutrients intake data were obtained through interviews using Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), while nutritional status data were obtained by measuring height using a stadiometer and weight using a mechanical column scale. The analysis results showed that majority of respondents had inadequate macronutrient intake, with 90% of patients had deficient carbohydrate intake, 91,7% had deficient protein intake, and 55% had deficient fat intake. While 31,7% patients were undernourished, 53,3% had normal nutritional status, and the rest were overweight or obese. Pearson test showed that there is a correlation between carbohydrate intake (p=0.007), protein intake (p=0.041), and fat intake (p=0.000) with nutritional status. It can be concluded that there is a significant correlation between macronutrient intake and nutritional status of pulmonary tuberculosis outpatients at Haji Regional Hospital.

 

ABSTRAK

Penderita tuberkulosis paru mengalami peningkatan Resting Energy Expenditure (REE) dan gangguan metabolisme tubuh akibat infeksi Mycobacterium tuberculosis, sehingga mereka cenderung memiliki status gizi kurang. Zat gizi makro memiliki peranan yang sangat penting dalam penyediaan energi, yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit serta meningkatkan status gizi pada pasien tuberkulosis paru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi pasien rawat jalan tuberkulosis paru di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur. Studi ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 60 responden. Data asupan zat gizi makro diperoleh melalui wawancara Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan data status gizi diperoleh dari pengukuran tinggi badan menggunakan stadiometer dan berat badan dengan menggunakan timbangan kolom mekanik. Hasil analisis menunjukkan asupan zat gizi makro sebagian besar responden termasuk kategori kurang, yakni sebanyak 90% pasien dengan asupan karbohidrat kurang, 91,75 pasien dengan asupan protein kurang, dan 55% pasien dengan asupan lemak kurang. Sementara itu, 31,7% pasien memiliki status gizi kurang, 53,3% pasien dengan status gizi normal, dan sisanya mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.  Hasil uji korelasi Pearson mengindikasikan adanya hubungan antara asupan karbohidrat (р=0,007), asupan protein (р=0,041), dan asupan lemak (р=0,000) dengan status gizi. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi pasien rawat jalan tuberkulosis paru di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alaina DK; Suryani D and Siregar A. 2020. Hubungan Asupan Energi, Protein, Vitamin B6, Vitamin C dengan Status Gizi Pasien Tuberkulosis Paru di Ruangan Kemuning RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Tahun 2020. SANITAS: Jurnal Teknologi Dan Seni Kesehatan; 12(2): 149–158.

Ariska I. Hubungan Asupan Zat Gizi Makro, Mikro dan Kepatuhan Obat dengan Status Gizi Pasien Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Khusus Paru-Paru Palembang. (Repository Poltekkes Kemenkes Palembang, 2017).

Campos-Gongora E, López-Martínez J, Huerta-Oros J, Arredondo-Mendoza GI and Jiménez-Salas Z. 2019. Nutritional status evaluation and nutrient intake in adult patients with pulmonary tuberculosis and their contacts. Journal of Infection in Developing Countries; 13(04): 303–310.

Das S, Sen S, Debnath A, Basuthakur S, Saha PK and Biswas C. 2018. A study of nutritional assessment of newly diagnosed tuberculosis patients in a tertiary care hospital of Tripura, India. International Journal of Research in Medical Sciences; 6(4): 1382–1387.

Dewanty LI, Haryanti T and Kurniawan TP. 2016. Kepatuhan Berobat Penderita TB Paru Di Puskesmas Nguntoronadi I Kabupaten Wonogiri. Jurnal Kesehatan; 9(1): 39–43.

Dewi HK and Widyatmoko A. Hubungan Terapi Obat Anti Tuberkulosis terhadap Kadar Limfosit dan Berat Badan Pada Pasien Tuberkulosis RSUD Kayen Kabupaten Pati. (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2016).

Dookie N, Rambaran S, Padayatchi N, Mahomed S and Naidoo K. 2018. Evolution of drug resistance in Mycobacterium tuberculosis: a review on the molecular determinants of resistance and implications for personalized care. Journal of Antimicrobial Chemotherapy; 73(5): 1138–1151.

Dotulong J, Sapulete M and Kandou G. 2015. Hubungan Faktor Risiko Umur, Jenis Kelamin, dan Kepadatan Hunian Dengan Kejadian Penyakit Tb Paru Di Desa Wori Kecamatan Wori. Jurnal Kedokteran Komunitas Dan Tropik; 3(2): 57–65.

Fernadiyanti, Puspita D and Dary. 2018. Dukungan Keluarga Terhadap Pengobatan TB Paru Pada Anak Di Balai Kesehatan Masyarakat Ambarawa. Jurnal Gizi Dan Kesehatan; 10(23): 62–72.

Frediani JK, Sanikidze E, Kipiani M, Tukvadze N, Hebbar G, Ramakrishnan U, Jones DP, Easley KA, Shenvi N, Kempker RR, Tangpricha V, Blumberg HM and Ziegler TR. 2016. Macronutrient intake and body composition changes during anti-tuberculosis therapy in adults. Clinical Nutrition; 35(1): 205–212.

Gershuni VM, Yan SL and Medici V. 2018. Nutritional Ketosis for Weight Management and Reversal of Metabolic Syndrome. Current Nutrition Reports; 7(3): 97–106.

Harmani N, Linda O and Sulistiadi W. 2019. Faktor Host dan Lingkungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat. Indonesian Jurnal of Health Development; 1(2): 40–47.

Irnawati NM, Siagian IET and Ottay RI. 2016. Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Tuberkulosis Di Puskesmas Motoboi Kecil Kota Kotamobagu. Jurnal Kedokteran Komunitas Dan Tropik; 4(1): 59–64.

Jairani EN, Napitupulu BN, Suraya R, Lestari W, Yulita Y and Nababan ASV. 2022. Pengaruh Konseling Gizi Terhadap Pengetahuan dan Tingkat Konsumsi Zat Gizi Makro dan Zat Gizi Mikro pada Pasien Tuberkulosis Paru di UPT Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Riset Hesti Medan; 7(2): 138–147.

Kadir S. 2019. Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dari Sarapan dengan Status Gizi Siswa. Journal of Health Sciences and Research; 1(1): 1–6.

Konde C, Asrifuddin A and Langi F. 2020. Hubungan Antara Umur, Status Gizi dan Kepadatan Hunian dengan Tuberkulosis Paru di Puskesmas Tuminting Kota Manado. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi; 9(1): 106–113.

Ko Y, Kim C, Park YB, Mo EK and Moon JW. 2020. Changes in Nutritional Status in Pulmonary Tuberculosis: Longitudinal Changes in BMI According to Acid-Fast Bacilli Smear Positivity. Journal of Clinical Medicine; 9(12): 4082.

Lazulfa RWA, Wirjatmadi B and Adriani M. 2018. Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro dan Status Gizi Pasien Tuberkulosis dengan Sputum BTA (+) dan Sputum BTA (–). Media Gizi Indonesia; 11(2): 144–152.

Mar’iyah K and Zulkarnain. 2021. Patofisiologi Penyakit Infeksi Tuberkulosis. Prosiding Biologi Achieving the Sustainable Development Goals with Biodiversity in Confronting Climate Change; 7(1): 88–92.

Musuenge BB, Poda GG and Chen PC. 2020. Nutritional status of patients with tuberculosis and associated factors in the health centre region of burkina faso. Nutrients; 12(9): 1–13.

Nurjannah and Sudana IM. 2017. Analisis Pengaruh Fase Pengobatan, Tingkat Depresi dan Konsumsi Makanan Terhadap Status Gizi Penderita Tuberkulosis (TB) Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas seKecamatan Genuk Kota Semarang. Public Health Perspective Journal; 2(3): 215–233.

Oriekot A, Sereke SG, Bongomin F, Bugeza S and Muyinda Z. 2022. Chest X-ray findings in drug-sensitive and drug-resistant pulmonary tuberculosis patients in Uganda. Journal of Clinical Tuberculosis and Other Mycobacterial Diseases; 27: 100312.

Phan MN, Guy ES, Nickson RN and Kao CC. 2016. Predictors and patterns of weight gain during treatment for tuberculosis in the United States of America. International Journal of Infectious Diseases; 53: 1–5.

Prananda V, Andayani N and Inggriyani CG. 2018. Hubungan Tingkat Pendidikan Terhadap Angka Kejadian Multidrugs Resistant Tuberculosis (MDR-TB) di RSUDZA Banda Aceh. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika; 1(4): 7–13.

Putu N, Dewi AN and Susilawati NM. 2024. Hubungan Pekerjaan dan Pendidikan dengan Kejadian TB Paru di Kota Kupang. Inovasi Kesehatan Global; 1(4): 139–148.

Qurrota’aini NH, Mardiyati NL, Widyawati IGN and Isnaeni FN. 2024. Hubungan Asupan Protein dan Lama Pengobatan dengan Indeks Massa Tubuh Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga. Jurnal Ilmiah Kesehatan; 16(2): 329–339.

Rachmah Q, Kriengsinyos W, Rojroongwasinkul N and Pongcharoen T. 2021. Development and validity of semi-quantitative food frequency questionnaire as a new research tool for sugar intake assessment among Indonesian adolescents. Journal Heliyon; 7(6).

Rahmah BA, Rafie R, Pratama SA and Anggraini M. 2023. Hubungan Antara Status Gizi dengan Kejadian Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan; 10(8): 2538–2545.

Ren Z, Zhao F, Chen H, Hu D, Yu W, Xu X, Lin D, Luo F, Fan Y, Wang H, Cheng J and Zhao L. 2019. Nutritional intakes and associated factors among tuberculosis patients: A cross-sectional study in China. BMC Infectious Diseases; 19(1): 907.

Sari EA, Sari K and Rafika D. 2023. Relationship Between Knowledge Level and Compliance in Tuberculosis Patients. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education; 3(1): 103–109.

Savitri AR, Muliani and Yuliana. 2021. Karakteristik Penderita Tuberkulosis Paru Dengan Diabetes Melitus Di Kabupaten Badung Tahun 2017-2018. Jurnal Medika Udayana; 10(1): 60–64.

Sayem A, Hossain G, Ahmed T, Hossain K and Saud ZA. 2020. Effect of Nutritional Support on Treatment of Multi-Drug Resistant Tuberculosis in Rajshahi Division, Bangladesh. Journal of Tuberculosis Research; 8(4): 223–236.

Sitanggang Y. Hubungan Asupan Energi dan Protein Terhadap Status Gizi pada Penderita Tuberkulosis Paru di Poli Paru RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Jambi Tahun 2019. (Repository Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang, 2019).

Sunarmi S and Kurniawaty K. 2022. Hubungan Karakteristik Pasien TB Paru Dengan Kejadian Tuberkulosis. Jurnal ’Aisyiyah Medika; 7(2): 182–187.

Trihanifah E and Setyaningtyas SW. 2021. Tendency of Malnutrition in Intensive Phase Pulmonary Tuberculosis Patients with Low Macro Nutrient Adequacy. Amerta Nutrition; 5(4): 326–332.

Rupang ER, Ginting AAY and Veronika S. 2024. Hubungan Status Gizi dengan Kejadian TB Paru di Rumah Sakit Khusus Paru Sumatera Utara Tahun 2023. Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA; 10(1): 1–10.

Wisnugroho YC. Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Mikronutrien dengan Status Gizi Pada Penderita TB Paru di Bbkpm (Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat) Surakarta. (Repository Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2014).

Downloads

Published

2025-07-28

How to Cite

Sellyardi Putri, N. Z., Satwika Arya Pratama, Cleonara Yanuar Dini and Wildan Alfira Gusrianto (2025) “Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Pasien Rawat Jalan Tuberkulosis Paru di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur: The Correlation Between Macronutrient Intake and Nutritional Status Of Pulmonary Tuberculosis Outpatients At Haji Regional Hospital”, JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, 17(2), pp. 147–158. doi: 10.35473/jgk.v17i2.822.