Hubungan antara Persepsi Penyakit dan Kepatuhan Diet dengan Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes

Authors

  • Purbowati Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Amarilla Melati Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Sri Siska Mardiana Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Yulianto Rumah Sakit Umum Daerah dr. Loekmono Hadi kudus

DOI:

https://doi.org/10.35473/jgk.v18i1.882

Keywords:

diabetes, HbA1c, kepatuhan diet, kontrol glikemik, persepsi penyakit

Abstract

Manajemen diabetes perlu dilaksanakan untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kesehatan pasien. Salah satu parameter untuk menilai keberhasilan manajemen diabetes adalah kadar HbA1c. Beberapa faktor dapat dimodifikasi yang mempengaruhi manajemen diabetes meliputi persepsi pasien terhadap penyakit dan kepatuhan diet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara persepsi penyakit dan kepatuhan diet dengan kontrol glikemik pada pasien diabetes. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah pasien rawat inap diabetes di RSUD Kudus. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu pasien diabetes yang dirawat selama bulan Mei 2025, diperoleh 51 pasien. Pengumpulan data persepsi penyakit dilakukan dengan menggunakan formulir Brief Illness Perception Questionnaire (BIPQ) (Cronbach's alpha 0,74) yang terdiri dari 8 pertanyaan dan kepatuhan diet dengan kuesioner standar yang berisi 18 pertanyaan, data HbA1c diperoleh dari pemeriksaan laboratorium. Data HbA1c menunjukkan bahwa 13 (25,5%) pasien memiliki kadar glikemik terkontrol, sementara 38 (74,5%) pasien memiliki kadar glikemik tidak terkontrol. Persepsi pasien terhadap penyakit kategori positif sejumlah 28 (54,9%) pasien dan persepsi negatif 23 (45,1%) pasien. Pasien yang patuh terhadap diet berjumlah 29 (56,9%) pasien dan tidak patuh pada 22 (43,1%). Hasil uji korelasi chi-square menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dan kepatuhan diet dengan kontrol glikemik pada pasien diabetes (p > 0,05).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agrimon, O. H. (2014) ‘Exploring the Feasibility of Implementing Self-Management and Patient Empowerment through a Structured Diabetes Education Programme in Yogyakarta City Indonesia: A Pilot Cluster Randomised Controlled Trial’, The University of Adelaide, (July), pp. 1–24. Available at: https://digital.library.adelaide.edu.au/dspace/bitstream/2440/87696/8/02whole.pdf.

Aseela S, Santhi S, Anish TS, S. M. (2024) ‘Diabetes Self-Efficacy on Glycemic Control and Well-Being of Patients With Type 2 Diabetes Mellitus: An Analytical Cross-Sectional Study’, Cureus, 16(7).

Atlas, I. D. F. D. (2019) International Diabetes Federation ninth edition, The Lancet. doi: 10.1016/S0140-6736(55)92135-8.

Galicia-garcia, U. et al. (2020) ‘Costus ignus: Insulin plant and it’s preparations as remedial approach for diabetes mellitus’, International Journal of Molecular Sciences, pp. 1–34.

Harna, H. et al. (2022) ‘Status Gizi, Asupan Zat Gizi Makro dan Kaitannya dengan Kadar HbA1c PADA Pasien Diabetes Melitus Tipe 2’, Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(4), pp. 365–372. doi: 10.33860/jik.v15i4.806.

Indrayana, S. and Fang, S.-Y. (2020) ‘Validitas dan Reliabilitas The Brief Illness Perception Questionnaire versi Bahasa Indonesia pada Pasien Diabetes Mellitus’, Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 10(1), pp. 361–368. doi: 10.33859/dksm.v10i1.397.

Karatas, T., Özen, S. and Kutlutürkan, S. (2017) ‘Factor structure and psychometric properties of the brief illness perception questionnaire in Turkish cancer patients’, Asia-Pacific Journal of Oncology Nursing, 4(1), pp. 77–83. doi: 10.4103/2347-5625.199080.

Kementerian Kesehatan RI (2019) Laporan Nasional RISKESDAS 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kundarwi, N. V., Purnanto, N. T. and Asih, W. R. (2022) ‘Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Diabetes Melitus Tipe Ii : a Literatur Review’, The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan, 7(2). doi: 10.35720/tscs1kep.v7i2.378.

Llera-Fábregas, A. et al. (2022) ‘Diabetes self-care activities and perception and glycemic control in adult Puerto Rican residents with Type 2 Diabetes: The LLIPDS Study’, Journal Public Health Research, 11(4).

Maharani, A. et al. (2024) ‘Literature Review: Faktor Risiko Penyebab Diabetes Melitus Tipe Ii Pada Remaja’, Jurnal Sehat Mandiri, 19(1), pp. 185–197.

Ni Komang Wiardani, Y. M. (2015) ‘HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GLUKOSA DAN KOLESTEROL DARAH PADA PENDERITA DM TIPE 2 DI RSUP SANGLAH DENPASAR’, Jurnal Ilmu Gizi, 6(2), pp. 128–134.

Phuwilert, P. et al. (2024) ‘Factors Affecting Glycemic Control in Patients with Type 2 Diabetes in Kalasin Province, Thailand: An Analytical Cross-Sectional Study’, Healthcare, 12(19).

Purwaningtyastuti, R., Nurwanti, E. and Huda, N. (2018) ‘Asupan vitamin C berhubungan dengan kadar glukosa darah pada pasien rawat jalan DM tipe 2’, Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 5(1), p. 44. doi: 10.21927/ijnd.2017.5(1).44-49.

Viva, M. et al. (2025) ‘HUBUNGAN SELF ACCEPTANCE DAN KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PENYANDANG’, (March 2023).

Vos, R. C. et al. (2018) ‘Disentangling the effect of illness perceptions on health status in people with type 2 diabetes after an acute coronary event’, BMC Family Practice, 19(1), pp. 1–10. doi: 10.1186/s12875-018-0720-y.

Downloads

Published

2026-01-29

How to Cite

Purbowati, Melati, A., Mardiana, S. S. and Yulianto (2026) “Hubungan antara Persepsi Penyakit dan Kepatuhan Diet dengan Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes ”, JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, 18(1), pp. 26–31. doi: 10.35473/jgk.v18i1.882.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 > >>