FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA KIDANG KECAMATAN PRAYA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TENGAH

Authors

  • Marni Trisnawati Universitas Ngudi Waluyo
  • Galeh S. Pontang Universitas Ngudi Waluyo
  • Indri Mulyasari Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

stunting, energi, protein, seng, frekuensi diare, BBLR, balita

Abstract

Stunting merupakan salah satu dampak masalah gizi dari asupan masa lampau yang diakibatkan oleh kurangnya asupan zat gizi makro dan mikro (seperti protein, vitamin A, seng), serta frekuensi terjadinya penyakit infeksi seperti diare serta berat badan lahir rendah (BBLR). Dampak dari Kejadian stunting adalah apatis, gangguan bicara, gangguan perkembangan dan penurunan skor IQ

Tujuan penelitian ini untukmengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Kidang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah.

Desain penelitian adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh balita usia 24-59 bulan di Desa Kidang. Didapatkan 90 sampel dengan pemilihan sampel menggunakan proportional random sampling. Pengambilan data menggunakan FFQ semikuantitatif dan wawancara lagsung. Analisis data menggunakan uji Chi Square  (a=0,05)

Asupan energi balita kategori lebih sejumlah 52,2%. Asupan protein balita kategori lebih sejumlah 48,9%. Asupan seng balita kategori lebih sejumlah 45,6%. Balita mengalami diare kategori sering yaitu 43,3%. Berat badan lahir balita yaitu kategori BBLR sejumlah 65,6%. Balita mengalami stuting 51,1% dan tidak stunting 48,9%. Ada hubungan antara asupan energi, protein seng (Zn), frekuensi diare dan BBLR dengan kejadian stunting (p=0,03; p=0,026; p=0,04; p=0,035; p=0,22).

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Desa Kidang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah adalah asupan energi, protein, seng, frekuensi diare dan berat badan lahir rendah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anugraheni HS, Kartasurya MI. (2012).
Faktor risiko kejadian stunting pada
anak usia 12-36 bulan di Kecamatan
Pati, Kabupaten Pati. Eprints Undip.
Checkley W, Epstein LD, Gilman RH,
Cabrera L, and Black RE. (2003).
Effects of Acute Diarrhea on linear
growth in peruvian Children.
American journal epidemiology.
Departemen kesehatan RI. (2007).
Laporan Hasil Riset Kesehatan
Dasar (Riskesdas) Tahun 2007.
Dewey, K.G. (2009). Nutrition, growth and
complementary feeding of the
breasfed infant. North American:
Pediatrics Clinics
Fitri. (2012). Berat Lahir Sebagai Faktor
Dominan Terjadinya Stunting Pada
Balita 12-59 Bulan Di Sumatera
(Analisis data riskesdas 2010). Tesis.
Depok : Universitas Indonesia

Downloads

Published

2016-09-13

How to Cite

Marni Trisnawati, Galeh S. Pontang and Indri Mulyasari (2016) “FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA KIDANG KECAMATAN PRAYA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TENGAH”, JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, 8(19), pp. 113–124. Available at: https://jurnalgizi.unw.ac.id/index.php/JGK/article/view/172 (Accessed: 16 July 2024).

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>